Good Energy Hampir Pasti Bangun Ladang Panel Surya Terbesar Di Inggris

indosuryadaya.com - Inggris - Akhirnya, perusahaan pemasok energi terbarukan, Good Energy, memperoleh ijin perencanaan pendirian ladang pembangkit listrik tenaga surya seluas 91,1 hektar di dekat lapangan udara tak terpakai milik RAF, di West Raynham dekat Fakenham di Norfolk Utara, Inggris.

Namun, untuk sementara ijin pendirian ladang panel surya yang digadang akan mampu menyuplai 49.9MW energi terbarukan sekitar per minggu itu masih harus menunggu ketetapan regulasi dan prosedur pengawasan dari komite Dewan Distrik Norfolk Utara. Sebelum ijin pembangunan penuh diberikan.

Bahkan, untuk memutuskan pemberian ijin penuh itu, Komite Dewan Distrik Norfolk Utara akan melakukan inspeksi situs pada 16 Januari 2014 mendatang kepada calon ladang panel surya penghasil energi terbarukan terbesar di Inggris itu. Dimana sebelumnya hanya ada perusahaan serupa yang mampu menghasilkan 40MW dan 41MW per minggu.

Menurut CEO Good Energy, Juliet Davenport. Ijin itu berhasil pihaknya didapatkan dikarenakan beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah lolos dari kajian amdal perusakan lingkungan serta akan turut dibangunnya oleh Good Energy beberapa habitat bagu bagi satwa liar dan tanaman bunga liar. Untuk menarik hewan liar, termasuk burung yang terancam punah: skylark dan lapwing. Bahkan, pagar dari ladang panel surya itu akan ditanam. Hingga menyisahkan ruang yang cukup untuk domba milik masyarakat sekitar untuk merumput.

"Konsultasi publik diselenggarakan pada bulan Juli lalu. Kami juga terus berkomunikasi dengan masyarakat tentang manfaat pembangunan ladang panel surya ini. Termasuk pembangunan taman bermain baru, sebuah memorial RAF, program pembelajaran hutan dan pemberian dana hibah sebesar £ 25.000 per tahun kepada masyarakat. Dan mereka sepakat dengan itu," tutur Juliet seperti yang dikutip indosuryadaya.com dari solarpowerportal Inggris.

Sedang kepada RAF dan Raynham Estate selaku pemilik lahan bekas landasan pacu pesawat itu. Good Enegry juga menawarkan pendanaan terhadap perbaikan menara kontrol.

"Ladang panel surya dengan 49.9MW ini bisa memberikan energi yang cukup untuk memasok 11.287 rumah, menghasilkan 48.000 MWh per tahun. Tentu ladang panel surya ini tidak hanya akan membantu Norfolk mencapai target energi terbarukan. Tetapi juga akan melihat manfaat kepada masyarakat setempat melalui dana masyarakat dan lingkungan sekitarnya dengan rencana ekologi dipesan lebih dahulu untuk situs yang telah tak terpakai selama hampir 20 tahun ini," tambah Juliet. sembari menyebut ladang panel surya ini adalah perwujudan komitmen Good Energy dalam memberikan stabilitas cadangan energi bagi Inggris. Dan jika perencanaan disetujui, konstruksi bisa dimulai pada pertengahan tahun 2014. (net/solarpowerportal)

F CUBED Panel Surya, Solusi Atasi Masalah Air Bersih Indonesia

indosuryadaya.com - JAKARTA - Lebih dari 100 juta orang Indonesia kekurangan akses terhadap air minum bersih dan 150 juta lainnya amat potensial terancam dengan sumber air yang terkontaminasi.

Melalui teknologi alat pemroses air minum bersih yang memanfaatkan tenaga surya, bernama F CUBED, air berkualitas tinggi pun diperoleh secara mudah serta relatif murah. Teknologi ini diperkenalkan pada rapat koordinasi bertujuan mencari solusi air bersih di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.

"Rapat koordinasi berikut presentasi ini sangat penting. Kita harus segera mendapat solusi atas masalah air bersih di berbagai daerah Indonesia, yang sudah tahap kritis," Sekretaris Menko Kesra, Prof. Indroyono menyampaikan dalam rapat tersebut.

Menurut Direktur Inovasi BPPT Ridwan Djamaludin, pemerintah Indonesia lewat BPPT, LIPI, Kemenkokesra bekerja sama dengan perusahaan Australia yang menemukan F CUBED.

F CUBED keluar dari asumsi masyarakat tentang solar cells. Karena biasanya orang berpikir tenaga matahari diubah menjadi tenaga listrik dulu kemudian menjadi energi untuk proses pemurnian. Sementara F CUBED tanpa menggunakan listrik.

Alat ini juga cukup sedehana, mudah diangkut, pemasangannya tak perlu listrik, dan bertahan hingga selama dua puluh tahun. Efisiensi panel surya rata-rata di atas 60%. Dikatakan Ridwan, dengan kemampuan tenaga surya, satu unit alat per tiga meter persegi mampu menghasilkan kurang lebih 15-20 liter air dan tidak menimbulkan biaya energi lain.

Oleh karenanya, alat ini memiliki potensi bagi daerah-daerah pedesaan, persawahan. pesisir, industri pertambangan yang rentan dengan kesulitan air bersih atau tercemari polutan tertentu.

Nilai tambah dari teknologi ini adalah kecenderungannya ramah lingkungan alias bisa menekan dampak lingkungan hidup yang mungkin terjadi.

"90 persen dari penduduk Indonesia melakukan pemurnian air dengan merebusnya. Jika Indonesia berhenti merebus air, emisi karbon dioksida akan berkurang sebanyak 73% dan subsidi kerosin menurun hingga $1 milyar/tahun," ujar Greg Hinchliffe, CEO F CUBED Indonesia.

Peter Johnstone, pencipta F CUBED menegaskan, teknologi ini didedikasikan pada masyarakat dunia untuk memproduksi, mengonservasi, dan mengolah kebutuhan air.

Untuk Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ada 30% yang sistem tubuhnya terganggu akibat menderita penyakit yang disebabkan air tidak bersih. Angka kematian anak oleh sebab yang sama sampai 20% per tahunnya.(net/NG Indo)

Page 3 of 7

Joomla templates by Joomlashine